oleh

Sepenggal Kisah di Balik Kemenangan AARS

Oleh: Taufik Tumbelaka, S.IP.

DUET Pemimpin Kota Manado, Andrei Angouw dan Richard Sualang (AARS) akan menjadi pasangan pemimpin dengan sisi latar belakang yang unik. Mereka berdua adalah kader-kader andalan PDI Perjuangan dengan basis massa murni dari kota Manado.

AA semenjak bergabung dengan PDI Perjuangan, gerakan politiknya sangat fokus di kota Manado. Ia tembus berkali-kali menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara. Bahkan dua kali menjadi Ketua DPRD Sulut, dengan dukungan suara dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Manado.

Sedangkan, RS sendiri dikenal sebagai “Putera Mahkota” dari Tokoh Politik Sulut, Freddy Sualang. Langkah politiknya berawal dengan merebut DPRD Kota Manado. Kemudian naik satu tangga merebut posisi sebagai wakil rakyat di DPRD Sulut, dimana sama dengan AA, yaitu fokus dengan zona yang sama di Dapil Manado.

Dibalik perjalanan sebagai wakil rakyat dan kemudian sebagai Pemimpin Kota Manado, AARS memiliki kisah benang merah menarik terkait sejarah awal-awal AA terjun di dunia politik.

Ayah dari AA dan RS adalah teman baik walaupun berbeda pilihan “profesi.” Ayah dari AA adalah pelaku usaha yang sukses dan terkenal, sedangkan Almarhum Ayah dari RS dikenal sebagai politisi tangguh andalan PDI Perjuangan.

Di satu kesempatan, dua Ayah ini bertemu. Ayah dari RS “meminta” kepada sobat karibnya agar Sang Anak, AA, bergabung dengan PDI Perjuangan. Ayah dari AA tidak serta merta mengiyakan. Lalu Ayah dari AA melakukan langkah bijak, mengambil kesempatan untuk meminta pandangan Gubernur Sinyo Harry Sarundajang (SHS). Ternyata pandangan yang didapat, sama dengan Ayah dari RS. Berangkat dari sanalah Ayah dari AA ‘merestui’ Sang Anak menjadi kader PDI Perjuangan.

Munculnya Duet Pemimpin Kota Manado, AARS dapat dikatakan buah dari pertemanan kental dari dua ayah di masa lalu. Luar biasa Om Freddy dan Om Eddy. Selamat berbakti untuk warga Manado AARS. (**)