oleh

KLB Demokrat Tidak Mampu Goncang Solidaritas AHY Cs

KEBIJAKANnews Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara yang menetapkan Kepala Staf Presiden (KSP), Moeldoko sebagai Ketua Umum membuat konflik di Partai Demokrat kian meruncing.

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menuding KLB di Deli Serdang itu ilegal dan inkonstitusional. Sementara, kubu Moeldoko mengklaim KLB mereka sah dan konstitusional.

Hal ini tentu berdampak bagi akar rumput kepengurusan partai, baik di DPD maupun DPC yang ada, salah satunya di sulawesi utara.

Menurut pengamat politik, Josef Kairupan, KLB PD yang digelar di Deli Serdang belum berdampak signifikan untuk menggoncang solidaritas partai.

“Karena jika DPC dan DPD masih loyal kepada kepemimpinan AHY, lebih khusus yg ada di sulut, maka tidak akan tergerus kekuatan partai Demokrat di sulut,” ucap Kairupan.

Kairupan menambahkan, jika ada mantan pengurus dan mantan kader dari sulut yang datang ke KLB tentunya patut dipertanyakan, atas rekomendasi apa, mewakili pengurus mana, kredensinya apa

“Bisa saja yang bersangkutan datang ke KLB atas nama pribadi, bukan secara organisasi. Selama DPC dan DPD se sulut masih menjadi loyalisnya AHY tidak akan memberikan dampak negatif bagi PD Sulut,” lanjutnya.

Karena menurut Kairupan, jika sebaliknya DPC dan DPD ini justru menyatakan sikap mendukung terhadap KLB tersebut, maka akan memberikan dampak yang akan berkepanjangan.

“Karena akan dipastikan akan terjadi pertarungan narasi antara kedua pihak, yang endingnya akan di bawa sampai di pertarungan yang berlangsung di Kementerian Hukum dan HAM,” tambah Dosen Ilmu Pemerintahan Fispol Unsrat itu.

Menurutnya, masing-masing pihak pastinya akan saling mengklaim bahwa siapa yg paling berhak, siapa yang legitimate mewakili partai, siapa yang paling benar, dan lain sebagainya, tinggal menunggu saja narasi dari pihak mana yang paling kuat.

“Jika saja kisruh ini berkepanjangan dan nantinya pihak KLB yg diuntungkan maka hal ini akan membawa dampak terhadap kekuatan PD di sulut, karena sejak pemilu 2019 Demokrat tidak lagi menonjol bahkan unggul meraih suara di legislatif, bahkan berlanjut sampai di kontestasi pilkada 2020 baru-baru ini, tak ada satupun kader Demokrat yang menang,” kata Kairupan.

Pastinya PD akan bekerja keras untuk menarik simpati rakyat utk dapat meraup dukungan suara di pemilu 2024 nanti, karena dapat dipredikisi kepercayaan rakyat akan susah kembali terbangun dengan kisruh yangg terjadi pada saat ini, rakyat akan lebih nyaman memberikan dukungan dan hak suara kepada parpol yang tidak didera dgn kisruh internal.

“Bahkan sekalipun pihak KLB kalah, tetap saja akan berdampak bagi perjalanan PD di sulut kedepannya, karena upaya meyakinkan kembali rakyat terhadap PD perlu perjuangan ekstra, agar nantinya dapat unggul pada pemilu 2024,” tutupnya.

Peliput: Yaya Piri