oleh

Dewan Pertimbangan Demokrat Siap ‘Back Up’ AHY

KEBIJAKANnews – Bergulirnya bola panas yang digelontorkan oleh pihak Kongres Luar Biasa Partai Demokrat memicu reaksi seluruh masyarakat dan terutama pihak internal partai berlogo bintang Mercy ini.

Agus Harimurti Yudhoyono selaku Ketua Umum sah bergerak cepat dengan menyambangi KPU, Kemenkumham, dan Menkopolhukam pada senin (8/3/2021) pagi hingga siang hari, dengan ditemani 34 Ketua DPD Partai Demokrat se-Indonesia.

Dewan Pertimbangan Partai Demokrat lewat Sekertarisnya, Carolus Bolly SE, MM angkat bicara bahwa peristiwa yang tejadi. “Masalah internal Partai Demokrat ini menjadi pelajaran berharga bagi kehidupan berdemokrasi di Indonesia. Menjadi peringatan bagi kita semua dalam mengambil langkah politik harus sesuai konstitusi yaitu undang-undang dalam bernegara, dan juga konstitusi partai dalam hal ini” ujar dirinya lewat sambungan telepon.

Kejadian ini menurutnya menciderai asas demokrasi dan kepatuhan terhadap hukum dimana di negara ini hukum menjadi pedoman tertinggi.

Sebagai sekertaris dewan pertimbangan, dirinya bersama seluruh Dewan Pertimbangan mendukung penuh langkah-langkah yang ditempuh oleh Ketua Umum AHY, baik itu langkah-langkah politik, langkah-langkah strategis, dalam tenggat waktu pasca pelaksanaan KLB abal-abal di Deli Serdang.

“Demokrat akan tempuh langkah-langkah hukum, tunggu tanggal mainnya.” tegas dirinya yang menanggapi bahwa tindakan ini merupakan jelas melanggar AD/ART Partai dan Undang-undang tentang Partai Politik.

Anggota DPR Papua periode 2009-2019 menjelaskan usulan pertimbangan dari Depertim sudah diteruskan kepada Ketum AHY.

“Kami sebagai Dewan Pertimbangan sudah memberikan masukan-masukan lewat Ketua Dewan Pertimbangan kepada Ketua Umum. Secara normati Dewan Pertimbangan mendukung penuh Ketua Umum sebagai pihak eksekutif partai,” tutur dirinya.

Sebagai salah satu struktural pimpinan pusat, Dewan Pertimbangan Partai Demokrat siap pasang badan dan mengawal kepemimpin AHY dalam mengambil sikap terkait gerakan yang ilegal ini. (*)