oleh

Kadis Lingkungan Hidup Dinilai Nodai Investasi Tomohon

KEBIJAKANnews – Investasi di Kota Tomohon terus berkembang dan berjalan dengan baik. Namun sayangnya, beberapa hari terakhir mendekati akhir masa jabatan Jimmy Eman ternodai, lantaran statement menyesatkan dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tomohon, John Kapoh.

Hal ini lantaran Kapoh sering mengeluarkan pendapat yang dianggap tidak tepat, yang memojokan salah satu pengembang rumah subsidi terbesar di Sulawesi Utara, yakni PT. Bangun Minanga Lestari (BML).

BML merupakan pengembang Perumahan Griya Bangun Tomohon Lestari 2. Yang mana merupakan salah satu penyumbang PAD terbesar di Kota Tomohon, dibidang rumah bersubsidi sejak tahun 2016.

Di berbagai media, Kapoh sering menyudutkan BML dengan berbagai tudingan keliru. Salah satunya dengan menyebut Griya Bangun Tomohon Lestari selaku perumahan yang dikembangkan BML, hanya diberikan izin tak lebih dari 5 hektare. Dan sepanjang tahun 2015 tidak pernah ada laporan dari pengembang sejak tahun itu.

Menanggapi demikian, PT. Bangun Minanga Lestari melalui direkturnya Riedel Sanny Mongisdi membantah. Dirinya mengungkapkan, izin yang diberikan ialah 15 hektare. Ia juga menyayangkan kelakuan Kadis Lingkungan Hidup Kota Tomohon yang berbicara tanpa data.

“Izin Lokasi dan Izin Lingkungan BML 15 hektare bukan 5 hektare. Izin Lokasi dari Wallikota dikeluarkan tahun 2015. Khusus izin lingkungan, diterbitkan tahun 2016. Ada lagi izin dari lembaga OSS Pemerintah RI yang diterbitkan tahun 2020. Itu juga sama totalnya diberikan izin 15 hektare. Untuk laporan, yang jelas kami selalu lapor perkembangan perumahan ke DLH, terakhir Desember 2020,” bukanya.

“Kalau bilang tidak pernah lapor, itu salah. Mungkin arsip di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Tomohon harus ditata dengan baik. Janganlah ngomong seperti ini. Investasi bisa mati. Kalau ada kekurangan dari pengembang, mohon pak Kadis dampingi. Bukan mematikan kami sebagai investor lokal. Saya ini asli putra daerah dan masih muda. Jangan dimatikan seperti ini,” sahut Riedel dengan nada kesal, namun sedikit tertawa.

Ia juga berpesan, “Mohon sampaikan ke teman-teman wartawan mengenai berita ini. Aagar jangan sampai termakan berita hoax. BML ini perusahaan yang sudah lumayan besar di Sulut. Tidak mungkin kami main-main dengan legalitasnya.” (*)