oleh

Richard Sualang Himbau Warga Manado Hindari Kawasan Beresiko Bencana

KEBIJAKANnews Wakil Walikota Manado terpilih, dr. Richard Sualang terus memantau situasi Kota Tinutuan yang diterpa cuaca ekstrim.

Hingga Minggu (17/1/2021), dampak yang ditimbulkan kepada masyarakat beragam. Mulai dari pemadaman listrik, banjir, dan tanah longsor di sejumlah kelurahan Manado.

Terbaru, air laut di pesisir kawasan Boulevard mulai naik ke jalan utama. Warga yang ada di areal tersebut terpantau panik dan berlarian ke dataran lebih tinggi.

Menyikapi itu, Sualang berpesan kepada warga agar semakin was-was dan mengantisipasi wilayah yang berpotensi terjadi bencana. Demi keselamatan pribadi dan orang sekitar, jangan berdiam di tempat tersebut.

“Untuk masyarakat, hindari dulu tempat-tempat yang beresiko membahayakan. Dan agar tetap waspada dengan cuaca ekstrim yang lagi berlangsung,” himbaunya.

Selain banjir dan tanah longsor, kawasan yang tergenangi air dan gardu listriknya sedang bermasalah, juga perlu dihindari. Aliran listrik yang dihantarkan air, tidak akan terlihat secara kasat mata oleh warga yang lalu-lalang di lokasi tersebut.

“Harus hati-hati juga dengan aliran listrik. Jangan sampai membayahakan,” tandas Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Manado tersebut.

Diketahui, cuaca ekstrim berdampak pada 599 gardu distribusi seantero Manado. Ini mempengaruhi pasokan listrik 66.489 pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Manado.

PLN pun sedang berupaya memulihkan keadaan seperti semula. Masyarakat bisa melaporkan gangguan kelistrikan di nomor kontak (kode area) 123, media sosial PLN 123, dan aplikasi PLN Mobile. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan