oleh

Indonesian Observer Ungkap Survei Pilkada Manado 2020, AARS Unggul Telak

KEBIJAKANnews Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 tinggal enam hari lagi. Jelang perhelatan itu, Indonesian Observer kembali mempublikasikan hasil survei opini publik, terhadap empat Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Manado yang berkontestasi.

Ini berlangsung dalam konferensi pers di Swis-Belhotel Maleosan Manado, Kamis (3/12/2020). Publikasi ilmiah itu dipaparkan Andre Mongdong selaku peneliti, dengan didampingi Noldi Salindeho.

Hasilnya Andrei Angouw dan Richard Sualang (AARS) berada di peringkat pertama, Paula Runtuwene dan Harley Mangindaan (Paham) peringkat kedua, Mor Bastiaan dan Hanny Joost Pajouw (Mor-HJP) peringkat ketiga, Sonya Selviana Kembuan dan Syarifudin Sa’afa (SSK-SS) peringkat keempat.

“Untuk tingkat elektabilitas, AARS sudah di angka 39,1 persen. Masih memimpin. Sedangkan SSK-SS 9,7 persen. MOR-HJP 20,6 persen. Paham 24,1 persen. Lalu ada 5,3 persen yang masih tidak tahu dan tidak jawab. Sisanya 1,2 persen yang rahasia. Inilah tingkat keterpilihannya,” jabar Andre.

“Hasil ini secara gamblang kita buka. Calon-calon yang lain tidak ditutupi, tidak distabilo, dibuka saja,” tambahnya.

Dalam survei ini, terdapat tujuh indikator yang jadi alasan utama responden memilih para Paslon. “Alasan paling besar responden memilih calon, karena dianggap peduli dan merakyat 56,2 persen; berpengalaman 22 persen; bersih dan jujur 12,3 persen; tidak tahu atau tidak jawab 4,5 persen; pintar dan visioner 3,7 persen; tegas dan berani 0,8 persen; serta berpenampilan menarik 0,6 persen,” urai Andre.

Sedangkan unsur yang mempengaruhi pilihan tersebut, terdiri dari minat respoden terhadap visi, misi, dan program yang ditawarkan kandidat 75,7 persen; kenal dekat kepribadian kandidat 11,3 persen; tidak tahu 3,5 persen; ada ikatan anggota partai politik 3,3 persen; ada ikatan emosional kekerabatan (keluarga, teman, dll) 3,1 persen; ada kesamaan latar belakang agama 1,6 persen; ada dasar balas budi karena pernah diberikan sesuatu 0,8 persen; serta ikut arahan pimpinan/ aparat 0,8 persen.

Diketahui, survei dilakukan pada rentang waktu 25-28 November 2020. Menggunakan Multi Stage Random Sampling, populasi responden yang diambil sebanyak 522 orang. Ini dipilah dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2020, yang tersebar di 11 kecamatan Manado (328.357 jiwa).

Margin of error yang diperoleh sebesar 4,52 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. Independen variabelnya sebanyak 85 variabel. Pengumpulan data dilakukan dalam bentuk wawancara tatap muka dengan responden, menggunakan kuesioner.

Indonesian Observer menjaga kendali mutu survei (quality survey) dengan lima metode berikut:

  • Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.
  • Pewawancara berstatus minimal mahasiswa dan mendapatkan pelatihan.
  • Wawancara dilakukan kontrol secara sistematis, dengan melakukan cek ulang di lapangan (spot check) sebanyak 20% dari seluruh responden.
  • Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor, dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.
  • Validasi data: Perbandingan karakteristik demografis sampel, diperoleh dari survei dengan populasi yang didapat lewat sensus (BPS) & KPUD.

Ini merupakan survei keempat yang dilakukan Andre dan kawan-kawan, di Pilkada Manado 2020. Sejak dimulai bulan Juni, Agustus, Oktober, hingga November.

Peliput: Rezky Kumaat

Komentar

Tinggalkan Balasan